Home » Gangguan Penyakit » Atasi Jerawat Dengan Herbal
Atasi Jerawat Dengan Herbal

Atasi Jerawat Dengan Herbal

Organ tubuh manusia tidak hanya terbatas pada organ dalam tubuh seperti paru-paru, jantung, dan otak. Organ terbesar tubuh manusia justru merupakan organ luar, yaitu kulit. Sebagai organ terbesar, kulit memiliki luas hingga 2 meter persegi dengan berat 16%-20% dari tubuh kita lho. Wow! Kulit memiliki fungsi yang penting bagi tubuh manusia. Tidak hanya sebagai pelindung tubuh dari sinar matahari, kulit juga melindungi tubuh dari suhu yang ekstrem hingga bahan kimia yang berbahaya. Oleh karena itu, kesehatan kulit sangat berpengaruh bagi tubuh manusia. Kesehatan kulit dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal bisa merupakan faktor genetik dan gaya hidup yang dijalani, sedangkan faktor eksternal adalah faktor lingkungan atau hal-hal yang datang dari luar tubuh itu sendiri. Jerawat atau acne merupakan salah satu gangguan pada kulit yang bisa terjadi karena kedua faktor tersebut.

Jerawat adalah gangguan pada kulit yang berhubungan dengan produksi minyak (sebum) berlebih. Jerawat terjadi ketika folikel rambut atau tempat tumbuhnya rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Hal tersebut menyebabkan peradangan serta penyumbatan pada pori-pori kulit. Peradangan ini ditandai dengan munculnya benjolan kecil yang terkadang berisi nanah di atas kulit. Gangguan kulit ini dapat terjadi di bagian tubuh dengan kelenjar minyak terbanyak, yaitu di wajah, leher, bagian atas dada, dan punggung. Umumnya jerawat akan menimbulkan gejala seperti benjolan berwarna kemerahan atau kuning (karena mengandung nanah), benjolan kecil (papul) yang muncul di atas kulit, sensasi panas atau terbakar akibat adanya peradangan, serta timbul rasa gatal pada benjolan.

Jerawat juga rentan mengalami peradangan apabila kamu sering menyentuhnya atau bahkan dipecahkan secara paksa. Jerawat yang mengalami peradangan rentan mengalami kondisi berikut ini:

  • Pustula, yaitu benjolan kecil yang di ujungnya terdapat nanah.
  • Papula, yaitu benjolan kecil kemerahan yang disertai nyeri.
  • Nodul, yaitu benjolan keras yang terbentuk di bawah permukaan kulit dan dapat disertai nyeri.
  • Kista, yaitu benjolan besar yang terbentuk di bawah permukaan kulit yang berisi nanah dan disertai nyeri.

Beberapa kondisi yang dapat memicu munculnya jerawat, antara lain:

  • Produksi sebum berlebih, yaitu zat yang diproduksi oleh kelenjar minyak untuk mencegah kulit kering.
  • Sumbatan pada folikel rambut oleh campuran sel kulit mati dan sebum.
  • Bakteri jenis Propionibacterium acnes yang berkembang, menyumbat folikel rambut, serta menyebabkan peradangan.
  • Faktor genetik atau keturunan. Kamu bisa mengalami jerawat jika salah satu orangtua memiliki masalah jerawat,
  • Folikel yang tersumbat bisa membengkak dan membentuk komedo putih atau komedo hitam jika terpapar dengan dunia luar. Kondisi tersebut sebaiknya jangan dianggap remeh, karena bisa berkembang menjadi pustula, papula, nodul, atau bahkan kista, apabila terkontaminasi oleh bakteri kulit.
  • Hormon, yaitu saat aktivitas hormon androgen berlebih atau saat terjadi perubahan hormon saat masa menstruasi.
  • Penggunaan kosmetik yang tidak selalu dapat ditoleransi oleh kulit setiap orang.
  • Stres yang dapat memengaruhi gaya hidup seseorang, termasuk dalam pola makan yang dapat memicu jerawat.

Munculnya jerawat juga bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko berikut ini:

  • Gesekan kulit dengan benda, misalnya jerawat di wajah akibat terlalu sering mengenakan penutup kepala, jerawat di leher karena pemakaian baju yang terlalu ketat di bagian kerah, atau jerawat di punggung akibat sering menggunakan ransel.
  • Kebiasaan merokok.
  • Keturunan, jika terdapat anggota keluarga yang bermasalah dengan jerawat.
  • Konsumsi obat yang mengandung litium, kortikosteroid, atau obat antikejang.
  • Masa pubertas, akibat peningkatan aktivitas hormon testosteron yang memicu kelenjar minyak menghasilkan sebum dalam jumlah lebih banyak.
  • Penggunaan kosmetik.
  • Perubahan hormon, misalnya menjelang menstruasi, tiga bulan pertama masa kehamilan, atau akibat PCOS.
  • Stres, yang dapat memperburuk kondisi jerawat yang sudah ada.

Mengurangi produksi minyak, melawan infeksi bakteri, mempercepat pergantian sel kulit dan mengurangi peradangan adalah hal yang harus dilakukan untuk mencegah dan mengatasi jerawat. Ketiga hal tersebut bisa kamu dapatkan dengan memenuhi nutrisi dalam tubuh. Kamu bisa mengonsumsi Herbal Tetes Haseda untuk memenuhi nutrisi dalam tubuh. Haseda merupakan herbal tetes yang diproses menggunakan bio teknologi terpadu selama 9-12 bulan. Haseda dibuat dari 100% bahan alami pilihan yaitu 42 jenis sari buah dan sayur tanpa zat kimia dan bahan pengawet. Haseda aman dikonsumsi segala usia, mulai dari balita, lansia, ibu hamil hingga menyusui.

Konsumsi Haseda 5 tetes di ¼ gelas air putih 3x sehari. Haseda juga dapat dioleskan pada jerawat.

Untuk layanan konsultasi dan penjualan, silakan hubungi 0822-7766-1919.

Facebook : https://www.facebook.com/amanahberkah1919

Instagram Haseda : https://www.instagram.com/hasedaindonesiaofficial/

Instagram Herba Kencana : https://www.instagram.com/herbakencanaofficial/

Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCMYd4NTlS0wzwgNaPTRtKZw

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *