Home » Gangguan Penyakit » Bahaya Penyakit Gagal Ginjal
Bahaya Penyakit Gagal Ginjal

Bahaya Penyakit Gagal Ginjal

Ginjal adalah organ tubuh yang terletak di dekat bagian tengah punggung pada kedua sisi tulang belakang, tepat di bawah tulang rusuk bagian belakang. Fungsi ginjal sangat penting dalam menjaga kelangsungan hidup. Ginjal setiap harinya menyaring sekitar 200 liter darah. Ginjal terdiri dari sepasang organ, yaitu ginjal kiri dan ginjal kanan. Ginjal merupakan salah satu organ utama dalam sistem urinaria atau sistem saluran kemih. Tiap ginjal berukuran sekitar 10-12 cm atau sebesar kepalan tangan, dan mengandung sekitar satu juta nefron, yaitu saringan darah yang sangat kecil. Ginjal memiliki banyak fungsi yaitu menyaring darah, menyaring dan membuang limbah, memantau dan mengendalikan keseimbangan air dalam tubuh, mengatur tekanan darah dan tingkat garam dalam darah, mengatur sel darah merah, mengatur keseimbangan asam-basa (pH) darah, menjaga konsentrasi mineral dan elektrolit, serta menghasilkan bentuk aktif dari vitamin D.

Kerusakan organ ini berisiko tinggi terjadi pada orang yang memiliki penyakit tertentu atau kebiasaan yang kurang sehat. Gagal ginjal adalah salah satu penyakit ginjal yang cukup ditakuti. Kondisi ini terjadi ketika ginjal mengalami kerusakan dan tidak dapat berfungsi dengan baik. Gagal ginjal biasanya merupakan tahap akhir dari penyakit ginjal, di mana kerusakan pada ginjal sudah cukup berat atau berlangsung lama, sehingga muncul gangguan fungsi yang permanen. Secara umum, gagal ginjal disebabkan oleh 3 hal, yaitu kerusakan langsung pada ginjal, kurangnya pasokan darah ke ginjal, dan penyumbatan pada ginjal atau saluran kemih, sehingga urine tidak bisa dikeluarkan dari tubuh.

Berdasarkan klasifikasi penyakitnya, gagal ginjal bisa dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Gagal Ginjal Akut

Gagal ginjal akut adalah kerusakan ginjal berat yang baru terjadi selama beberapa jam atau beberapa hari. Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan gagal ginjal akut, di antaranya:

  • Berkurangnya aliran darah pada ginjal, misalnya karena perdarahan dan dehidrasi berat atau syok.
  • Cedera parah pada ginjal.
  • Luka bakar yang parah.
  • Penyakit tertentu, seperti glomerulonefritis, infeksi ginjal, penyakit jantung, serangan jantung, gagal hati, batu ginjal, hingga kanker ginjal.
  • Komplikasi hipertensi akibat hipertensi berat yang tidak diobati.
  • Infeksi parah, seperti sepsis.
  • Alergi parah (anafilaksis).
  • Baru menjalani operasi besar.

Selain beberapa hal di atas, gagal ginjal akut juga bisa disebabkan oleh interaksi obat, overdosis obat-obatan, hingga efek samping obat-obatan tertentu, seperti kemoterapi, obat antiradang (OAINS), antibiotik, litium, obat atau suplemen herbal, dan zat kontras yang digunakan pada pemeriksaan radiologis, seperti CT scan dan MRI. Terkadang, penumpukan zat tertentu di dalam tubuh, misalnya asam oksalat, juga bisa menimbulkan gagal ginjal akut.

2. Gagal Ginjal Kronis

Gagal ginjal kronis terjadi ketika ginjal mengalami kerusakan dalam jangka panjang, sehingga lama-kelamaan ginjal mengalami kerusakan yang berat dan permanen. Seseorang dikatakan mengalami gagal ginjal kronis apabila kerusakan pada ginjal yang dialaminya sudah lebih dari 3 bulan.

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang menyebabkan gagal ginjal kronis:

  • Menderita diabetes atau tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.
  • Memiliki penyakit autoimun, seperti penyakit lupus.
  • Menderita penyakit ginjal, seperti penyakit ginjal polikistik, sindrom nefritis, glomerulonefritis, batu ginjal, atau infeksi ginjal berulang.
  • Memiliki gangguan pada prostat.
  • Memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga.
  • Mengalami obesitas.
  • Memiliki kebiasaan merokok.

Saat mengalami gagal ginjal akut maupun kronis, seseorang dapat mengalami beberapa keluhan berikut ini:

  • Bengkak-bengkak di wajah dan tubuh.
  • Frekuensi berkemih menjadi lebih jarang atau justru tidak berkemih sama sekali.
  • Sesak napas.
  • Letih dan kurang bertenaga.
  • Mual dan muntah.
  • Berkurangnya nafsu makan.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Sering mengantuk.
  • Kulit pucat.
  • Kejang.
  • Penurunan kesadaran atau koma.

Pada kondisi gagal ginjal, perawatan difokuskan untuk meredakan gejala, mencegah kemungkinan komplikasi, serta menghambat perkembangan penyakit gagal ginjal kronis menjadi lebih parah. Langkah penanganan yang bisa dilakukan dokter adalah dengan pemberian obat. Tujuan tindakan ini adalah untuk mengendalikan penyakit yang menyertai kondisi ginjal, sehingga penurunan fungsi ginjal tidak bertambah buruk. Selain itu, mengonsumsi herbal yang berbahan alami juga dapat dilakukan untuk membantu proses penyembuhan gagal ginjal. Herbal Tetes Haseda merupakan herbal berbahan 100% alami yang terdiri dari 42 jenis sari buah dan sayur tanpa zat kimia dan bahan pengawet, sehingga aman dikonsumsi oleh balita, lansia, serta ibu hamil dan menyusui. Haseda dapat membantu proses penyembuhan 88 penyakit, termasuk gagal ginjal.

Konsumsi Haseda 7 tetes di ¼ gelas air putih 3x sehari.

Untuk layanan konsultasi dan penjualan, silakan hubungi 0822-7766-1919.

Facebook : https://www.facebook.com/amanahberkah1919

Instagram Haseda : https://www.instagram.com/hasedaindonesiaofficial/

Instagram Herba Kencana : https://www.instagram.com/herbakencanaofficial/

Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCMYd4NTlS0wzwgNaPTRtKZw

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *