Home » Gangguan Penyakit » Kenali Penyebab Kaki Gajah
Kenali Penyebab Kaki Gajah

Kenali Penyebab Kaki Gajah

Kaki gajah dikenal juga sebagai elephantiasis atau filariasis limfatik merupakan penyakit parasit tropis yang memengaruhi kelenjar limfa dan pembuluh limfa. Kaki gajah bisa menyebabkan pembengkakan pada skrotum, kaki, atau payudara. Kaki gajah ini bisa dikatakan sebagai penyakit tropis terabaikan. Sebab, penyakit inu lebih sering terjadi di wilayah tropis dan subtropis di dunia, seperti Afrika dan Asia Tenggara.

Kaki gajah merupakan jenis penyakit yang berpeluang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Orang dengan kondisi ini juga berisiko lebih tinggi untuk mengalami infeksi sekunder. Kaki gajah disebabkan oleh infeksi parasit yang diklasifikasikan sebagai nematoda (cacing gelang) dari keluarga Filarioidea. Ada 3 jenis cacing filaria penyebab kaki gajah yang bentuknya seperti benang:

  1. Wuchereria bancrofti. 90 persen penyakit kaki gajah disebabkan oleh cacing jenis ini.
  2. Brugia malayi. Jenis cacing penyebab kaki gajah terbanyak kedua.
  3. Brugia timori. Cacing jenis ini lebih jarang ketimbang dua jenis cacing sebelumnya.

Nyamuk adalah perantara dari penularan penyakit kaki gajah. Penularan kaki gajah dimulai ketika nyamuk terinfeksi larva cacing gelang ketika mereka mengambil makanan darah dari manusia yang terinfeksi. Nyamuk kemudian menggigit orang lain dan menyebarkan larva ke aliran darah orang tersebut. Akhirnya, larva cacing bermigrasi ke limfatik melalui aliran darah dan matang di sistem getah bening. Cacing akan bersarang di pembuluh limfatik dan mengganggu fungsi normal sistem limfatik. Cacing dapat hidup selama sekitar 6–8 tahun dan selama masa hidupnya cacing akan menghasilkan jutaan mikrofilaria (larva imatur) yang bersirkulasi dalam darah. Filariasis limfatik ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk misalnya oleh nyamuk Culex yang biasanya  tersebar luas di daerah perkotaan dan semi-perkotaan. Nyamuk anopheles yang umumnya ditemukan di daerah pedesaan dan Aedes yang habitat terbesarnya ada di Pasifik.

Gejala utama kaki gajah adalah pembengkakan di bagian tungkai. Selain tungkai, pembengkakan juga bisa terjadi di bagian tubuh lain, seperti lengan, area kelamin, dan dada. Perkembangan penyakit kaki gajah dapat terjadi dalam beberapa fase, yaitu:

  1. Fase tanpa gejala

Pada fase awal, penderita kaki gajah biasanya tidak mengalami gejala apa pun. Hal ini membuat penderitanya tidak menyadari bahwa dirinya telah tertular penyakit kaki gajah, sehingga terlambat mendapatkan penanganan. Meski tidak menimbulkan gejala, cacing penyebab kaki gajah telah menyebabkan kerusakan pada sistem aliran getah bening, ginjal, dan penurunan daya tahan tubuh.

  • Fase akut

Fase akut ditandai dengan peradangan lokal yang melibatkan kulit, kelenjar getah bening, dan pembuluh limfatik. Kondisi ini terjadi sebagai respons daya tahan tubuh terhadap parasit. Gejala yang muncul pada fase akut meliputi demam, pembengkakan kelenjar getah bening, dan bengkak pada tungkai kaki. Pada pria, pembengkakan juga dapat terjadi di kantung zakar.

  • Fase kronis

Ketika penyakit kaki gajah berkembang menjadi kronis, hal ini menyebabkan jaringan limfa membengkak serta penebalan pada kulit kaki. Pada pria, kondisi ini juga ditandai dengan penebalan pada kulit kantung zakar. Sedangkan pada wanita, kaki gajah dapat menyebabkan payudara dan vagina bengkak.

Tidak hanya kaki yang mulai terlihat besar, terkadang kaki gajah juga disertai gejala lain, seperti kulit terasa kaku dan keras, sakit di area yang bengkak, menggigil, demam, dan merasa tidak enak badan.

Pengobatan untuk penderita kaki gajah, dokter biasany memberikan obat dalam setahun sekali untuk membunuh cacing mikroskopis yang hidup pada aliran darah. Terkadang, operasi mungkin diperlukan untuk menghilangkan tekanan di daerah yang sangat bengkak, seperti skrotum.

Saat ini sudah hadir solusi herbal yang aman dan sangat bermanfaat bagi kesehatan yatiu Herbal Tetes Haseda. Haseda merupakan produk inovasi anak bangsa yang diproses menggunakan bio teknologi terpadu selama 9-12 bulan. Haseda dibuat dari 100% bahan alami pilihan yaitu 42 jenis sari buah dan sayur tanpa zat kimia maupun bahan pengawet yang dapat dikonsumsi segala usia, termasuk balita, lansia, ibu hamil dan menyusui. Herbal Tetes Haseda bermanfaat untuk:

  • Memperbaiki metabolisme tubuh
  • Memperbaiki peredaran darah dan suplai oksigen
  • Mengoptimalkan penyerapan nutrisi
  • Detoksifikasi dan regenerasi sel
  • Meningkatkan daya tahan tubuh
  • Memperbaiki fungsi saraf
  • Meningkatkan stamina, kesegaran, dan gairah.

Konsumsi Haseda 7 tetes 3x sehari di ¼ gelas air putih. Haseda juga dapat dioleskan langsung pada kulit yang mengalami infeksi.

Untuk layanan konsultasi dan penjualan, silakan hubungi 0822-7766-1919.

Facebook : https://www.facebook.com/amanahberkah1919

Instagram Haseda : https://www.instagram.com/hasedaindonesiaofficial/

Instagram Herba Kencana : https://www.instagram.com/herbakencanaofficial/

Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCMYd4NTlS0wzwgNaPTRtKZw

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *