Home » Gangguan Penyakit » Mitos Tentang Bisul
<strong>Mitos Tentang Bisul</strong>

Mitos Tentang Bisul

Siapa sih yang belum tau bisul? Tentunya sebagian besar dari kita sudah mengetahui atau bahkan pernah mengalami bisul. Karena bisul semakin sering dialami banyak orang, semakin banyak juga kebiasaan atau tindakan kita saat mengalami bisul. Nah, tanpa kita ketahui, beberapa tindakan kita saat mengalami bisul ternyata masih banyak diperdebatkan kebenarannya atau bahkan ternyata tindakan yang kita lakukan saat mengalami bisul adalah tindakan yang sebenarnya memperburuk kondisi sakit yang kita alami?

Sebelum kita kupas fakta dan mitos mengenai bisul,mari kita simak lebih dulu pengertian, penyebab, serta gejala dari bisul.

Pengertian Bisul

Bisul adalah benjolan berisi nanah yang  menimbulkan rasa sakit pada kulit, bisul terbentuk di bawah kulit Anda ketika bakteri menginfeksi satu atau lebih folikel rambut Anda. Bisul (furunkel) biasanya dimulai dengan benjolan lunak kemerahan atau keunguan. Benjolan dengan cepat terisi nanah, tumbuh lebih besar dan lebih menyakitkan sampai pecah dan mengering. Area yang paling mungkin terkena adalah wajah, belakang leher, ketiak, paha, dan bokong.

Penyebab Bisul

Penyebab utama bisul adalah infeksi bakteri Staphylococcus aureus, bakteri ini masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil atau bekas gigitan serangga, bisul akan terjadi saat Staphylococcus aureus menjalar ke rambut hingga masuk ke folikel. Selain disebabkan oleh bakteri, faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terserang bisul antara lain:

  • Diabetes
  • Masalah dengan sistem kekebalan tubuh
  • Nutrisi buruk
  • Kebersihan yang buruk
  • Paparan bahan kimia yang mengiritasi kulit

Gejala

Tanda dan gejala bisul biasanya meliputi:

  • Benjolan merah yang terasa sakit awalnya berukuran kecil dan dapat membesar hingga lebih dari 2 inci (5 sentimeter)
  • Di sekitar benjolan berwarna kemerahan atau keunguan dan kulit mengalami pembengkakan
  • Benjolan mengalami perbesaran selama beberapa hari karena terisi nanah.
  • Benjolan memiliki titik putih di bagian puncak yang kemudian akan pecah dan mengeluarkan nanah.

Mitos Mengenai Bisul

  • Banyak Mengkonsumsi Telur Dapat Menyebabkan Bisul?

Opini dari banyak sekali masyarakat ini ternyata mitos belaka, sebab belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa mengkonsumsi banyak telur dapat menyebabkan bisul. Bisul disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus, bakteri ini masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil atau bekas gigitan serangga, bisul akan terjadi saat Staphylococcus aureus menjalar ke rambut hingga masuk ke folikel.

  • Bisul Disebabkan Oleh Darah Kotor

Selain konsumsi telur yang dapat menyebabkan bisul, tersebar luas opini bahwa bisul dapat disebabkan oleh darah kotor. Hal ini juga merupakan mitos, seperti yang sama-sama kita baca dari penjelasan diatas, jelas bahwa darah kotor bukan merupakan salah satu penyebab dari munculnya infeksi bisul.

Itulah beberapa mitos yang dipercaya oleh masyarakat namun belum terbukti kebenarannya secara ilmiah maupun medis. Nah, untuk Anda yang mengalami bisulan, Anda dapat mengkonsumsi Haseda. Haseda mengandung banyak bahan alami yang dikombinasikan yaitu sebanyak 42 jenis buah dan sayur. Bagi penderita bisulan, Anda dapat mengkonsumsi Haseda sebanyak 5 tetes di ¼ gelas air serta dapat Anda oleskan langsung pada bisul. Selain  bisul, Haseda juga dapat membantu memperbaiki metabolisme tubuh, memperbaiki peredaran darah dan suplai oksigen, mengoptimalkan penyerapan nutrisi, detoksifikasi dan regenerasi sel, meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki fungsi syaraf, meningkatkan stamina, kesegaran dan gairah, serta 88 macam penyakit lainnya.

Untuk mengetahui informasi atau artikel terkait kesehatan dan herbal, silakan kunjungi laman alaherba.com

Untuk informasi tentang produk herbal kesehatan kunjungi https://hasedaindonesia.com/ dan https://herbakencana.com/

Untuk layanan konsultasi dan penjualan, silakan hubungi 0822-7766-1919, 0822-7383-1818 Dan 0813 6210 1818.

Add a Comment

Your email address will not be published.