Home » Gangguan Penyakit » Kenali Penyakit Lupus
Kenali Penyakit Lupus

Kenali Penyakit Lupus

Kamu mungkin sudah pernah mendengar penyakit lupus. Meskipun sudah familiar dengan namanya, tetapi tidak banyak yang tahu apa itu penyakit lupus sebenarnya, apa yang menyebabkannya, dan bagaimana cara pengobatannya. Kamu akan mengetahuinya setelah membaca artikel berikut ini.

Penyakit lupus adalah suatu gangguan sistem kekebalan yang terjadi di dalam tubuh. Penyakit ini termasuk ke dalam penyakit autoimun yang menyebabkan sel-sel tubuh rusak dan mengalami peradangan. Sederhananya, penyakit lupus adalah kondisi di mana tubuh memproduksi antibodi secara berlebih. Pada keadaan normal, antibodi berfungsi unuk melindungi tubuh dari berbagai zat asing yang dapat menyebabkan penyakit. Namun, pada orang yang mengalami penyakit lupus, antibodi yang dimilikinya justru menyerang sel-sel tubuhnya sendiri. Sehingga, mudah mengalami penyakit infeksi dan peradangan – akibat sel sehat diserang oleh antibodi.

Ada beberapa jenis penyakit lupus yang ada, yaitu:

  • Systemic lupus erthematosus (SLE), merupakan jenis lupus yang paling sering terjadi. Jenis penyakit ini menyerang berbagai jaringan seperti, sendi, kulit, otak, paru-paru, ginjal, dan pembuluh darah.
  • Discoid lupus erthematosus, adalah jenis lupus yang menyerang jaringan kulit, sehingga menyebabkan ruam-ruam.
  • Neonatal lupus adalah penyakit lupus yang menyerang bayi baru lahir. Penyakit ini dialami oleh bayi yang dilahirkan ibu yang memiliki kelainan antibodi.
  • Lupus akibat obat-obatan, gangguan ini biasanya hanya dialami dalam waktu yang singkat saja. Jadi beberapa obat-obatan mungkin saja menimbulkan efek samping yang gejalanya mirip lupus. Kondisi pasien akan membaik kalau penggunaan obat dihentikan.
  • Subacute cutaneous lupus erythematosus, merupakan lupus yang membuat jaringan kulit luka dan terbakar ketika terpapar sinar matahari.

Penyakit lupus termasuk peyakit yang jarang terjadi. Meski belum diketahui angka yang pasti, namun di Indonesia sendiri, orang yang mengalami penyakit ini ada sekitar 12.700 jiwa pada tahun 2012, kemudian meningkat menjadi 13.300 pada tahun 2013.

Lupus adalah penyakit yang dikenal sebagai “penyakit 1000 wajah”. Sebutan ini muncul akibat penyakit kronis ini menimbulkan gejala dan tanda yang hampir mirip dengan penyakit lainnya. Sehingga, penyakit ini cenderung sulit untuk dideteksi dini. Berikut adalah beberapa gejala dan tanda yang biasanya dialami:

  • Nyeri sendi
  • Sendi bengkak
  • Mulut atau hidung mengalami luka yang tidak kunjung sembuh berhari-hari hingga berbulan-bulan.
  • Di dalam urin terdapat darah atau bahkan protein (proteinuria)
  • Terdapat ruam-ruam di berbagai permukaan kulit
  • Rambut rontok
  • Demam
  • Kejang-kejang
  • Dada sakit dan sulit bernapas akibat peradangan pada paru-paru

Lupus adalah penyakit kronis yang diakibatkan oleh gangguan di dalam tubuh, sehingga sudah pasti bukan virus atau bakteri penyebab utamanya. Faktanya, para ahli belum mengetahui dengan pasti apa penyebab lupus. Ada banyak faktor yang mungkin menyebabkan hal ini. Namun, beberapa teori menyatakan bahwa penyakit lupus disebabkan karena adanya interaksi gen, hormon, dan lingkungan.

Selain ketiga faktor penyebab tersebut, ada beberapa hal lain yang mungkin membuat seseorang berisiko lebih besar untuk terkena lupus, yaitu:

  • Jenis kelamin. Diketahui bila wanita lebih mudah terkena lupus ketimbang laki-laki. Hal ini berkaitan dengan genetik yang ada di tubuh wanita.
  • Ras. Penyakit lupus lebih rentan dialami oleh orang yang memiliki ras Asia dan Afrika.
  • Mengonsumsi obat-obatan. Beberapa jenis obat anti-kejang, obat tekanan darah, hingga antibiotik, dapat memicu munculnya lupus saat mereka berhenti minum obat.
  • Paparan sinar matahari. Paparan sinar matahari dapat menyebabkan luka pada kulit yang bisa memicu lupus akibat organ atau sel dalam tubuh yang rentan.

Sampai saat ini, penyakit lupus adalah penyakit yang belum ditemukan obatnya. Jadi orang yang mengalami penyakit lupus tidak bisa disembuhkan secara total. Namun, pasien tetap akan menerima pengobatan. Pengobatan yang dilakukan adalah bertujuan untuk:

  • Mencegah munculnya gejala akibat lupus
  • Mengurangi berbagai gejala lupus
  • Mengurangi kerusakan organ dan masalah lainnya
  • Mengurangi pembengkakan dan nyeri
  • Menenangkan sistem kekebalan tubuh
  • Mengurangi atau mencegah kerusakan sendi
  • Menghindari komplikasi

Komplikasi dan gangguan kesehatan yang bisa muncul akibat penyakit lupus adalah:

  • Gagal ginjal
  • Gangguan pada darah, seperti anemia
  • Tekanan darah tinggi
  • Vaskulitis, peradangan pada pembuluh darah
  • Gangguan ingatan
  • Mengalami perubahan perilaku, seperti sering berhalusinasi
  • Kejang
  • Stroke
  • Penyakit jantung
  • Masalah pada paru-paru, contohnya peradangan pada selaput paru-paru dan pneumonia
  • Mudah terserang berbagai penyakit infeksi
  • Kanker

Meski penyakit lupus adalah penyakit yang tak dapat disembuhkan, namun penderita lupus tetap bisa hidup dengan damai dan mengurangi risiko gangguan yang mungkin muncul, seperti melakukan beberapa hal berikut:

  • Melakukan olahraga dengan rutin. Odapus rentan mengalami gangguan pada sendi dan tulang. Tetap melakukan olahraga dengan rutin dapat membantunya untuk menjaga kesehatan tulang dan sendi.
  • Berhenti merokok. kebiasaan merokok hanya akan membuat penyakit ini bertambah parah, karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, serangan jantung, dan pneumonia.
  • Istirahat yang cukup dan hindari stres. Stres hanya akan membuat gejala lupus semakin parah.
  • Pahami tubuh. Para pasien dengan lupus harus tahu kapan gejala lupus muncul dan apa yang memicunya keluar.
  • Hindari paparan sinar matahari. Sinar matahari dapat memperburuk ruam kulit yang terjadi. Bila memang terpaksa untuk keluar di siang hari, sebaiknya gunakan tabir surya agar kulit terlindungi.

Selain itu, penting bagi penderita lupus untuk mengonsumsi makanan-makanan bergizi dan kaya akan nutrisi, seperti buah dan sayur. Saat ini telah hadir Herbal Tetes Haseda yang merupakan herbal alami dan terbuat dari 42 jenis sari buah dan sayur tanpa zat kimia maupun bahan pengawet. Haseda diproses menggunakan bio teknologi terpadu selama 9-12 bulan dan aman dikonsumsi segala usia, termasuk balita, lansia, ibu hamil dan menyusui. Haseda memiliki fungsi untuk memperbaiki metabolisme tubuh, memperbaiki peredaran darah dan suplai oksigen, mengoptimalkan penyerapan nutrisi, detoksifikasi dan regenerasi sel, memperbaiki fungsi saraf, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Konsumsi Haseda 10 tetes di ¼ gelas air putih 3x sehari.

Untuk layanan konsultasi dan penjualan, silakan hubungi 0822-7766-1919.

Facebook : https://www.facebook.com/amanahberkah1919

Instagram Haseda : https://www.instagram.com/hasedaindonesiaofficial/

Instagram Herba Kencana : https://www.instagram.com/herbakencanaofficial/

Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCMYd4NTlS0wzwgNaPTRtKZw

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *