Home » Gangguan Penyakit » Apa Itu Bakteri?
Apa Itu Bakteri?

Apa Itu Bakteri?

Bakteri adalah kelompok mikroorganisme bersel satu yang diklasifikasikan pada tingkat domain. Bersama dengan domain Archaea, bakteri digolongkan sebagai prokariota. Sel bakteri memiliki bentuk tertentu, misalnya menyerupai bola, batang, atau spiral, yang biasanya berukuran beberapa mikrometer. Bakteri ditemukan di setiap habitat di bumi, seperti tanah, batu, lautan, dan bahkan daerah bersalju. Beberapa bakteri malah menetap pada organisme lain, termasuk tumbuhan, hewan, dan manusia. Sebagian bakteri hidup di tanah atau pada tanaman mati di mana mereka memainkan peran penting dalam siklus nutrisi. Beberapa jenis bakteri menyebabkan pembusukan makanan dan kerusakan tanaman, tapi yang lain sangat berguna dalam produksi makanan fermentasi, seperti yoghurt dan kecap. Namun di luar itu, beberapa bakteri adalah biang keladi penyebab penyakit. Infeksi bakteri bisa ringan sampai berat yang menyebabkan kematian. Misalnya seperti tuberkulosis dan kolera.

Secara umum, cara penyebaran bakteri adalah lewat beberapa cara berikut ini :

  1. Melalui sentuhan antar kulit dan benda yang mengandung bakteri

Salah satu rumah ternyaman bagi bakteri adalah tangan manusia. Sekitar 5 ribu bakteri menghuni kedua tangan kamu setiap waktu. Oleh karena itu, sentuhan tangan, baik secara langsung dengan kulit orang lain maupun memegang benda, dapat menjadi media penyebaran bakteri. Tidak mencuci tangan setelah memegang hidung atau mulut saat batuk dan bersin, memegang hewan, buang air kecil/besar, menyentuh makanan mentah, menyiapkan makanan, mengganti popok anak, dan lain-lain bisa memicu penyebaran bakteri dari tubuh kamu ke orang lain. Menyentuh kulit orang yang terinfeksi juga dapat menyebabkan kamu tertular penyakitnya. Prinsip penyebaran bakteri yang sama juga terjadi jika kamu suka pinjam meminjam barang pribadi atau menyentuh barang yang bekas dipakai orang sakit.

2. Melalui udara

Cara lain dari penyebaran bakteri adalah lewat partikel embun air yang keluar saat kamu batuk atau bersin atau droplet. Partikel udara yang berisi bakteri dan virus bisa saja terhirup oleh orang lain dan menginfeksi tubuhnya sehingga mereka tertular batuk dan flu yang kamu miliki. Oleh karena itu, kamu dianjurkan untuk menggunakan masker saat sakit. Jika tidak tersedia, kamu harus selalu mematuhi etika saat batuk dan bersin, misalnya menutup mulut saat batuk dan bersin, untuk mencegah penularan penyakit melalui udara, seperti TBC.

3. Kontaminasi silang makanan

Jika tidak memerhatikan kebersihannya, aktivitas memasak tidak jarang bisa menjadi sumber penularan penyakit akibat bakteri. Proses memasak yang kurang bersih, seperti tidak mencuci tangan setelah menyentuh makanan mentah, menyiapkan makanan, dan menggunakan toilet sebelum memasak dapat menyebarkan bakteri pada orang lain. Makan makanan yang terkontaminasi bakteri dapat menyebabkan diare, botulisme, dan keracunan makanan.

Di luar itu, bakteri juga bisa menyebar dengan cara yang berbeda, seperti berikut ini:

  • Minum atau menggunakan air yang tercemar (kolera dan demam tifoid).
  • Kontak seksual (sifilis, gonore, klamidia).
  • Kontak dengan hewan (antraks, cat scratch disease).
  • Perpindahan bakteri dari salah satu bagian tubuh, yang menjadi habitat sesungguhnya, menuju bagian lain, di mana bakteri menyebabkan penyakit (seperti saat E coli berpindah dari usus ke saluran kemih sehingga menyebabkan infeksi saluran kencing).

Bakteri dapat menyebabkan penyakit dalam beberapa cara. Beberapa bakteri jahat bisa berkembang biak berlebihan sehingga mengganggu ekosistem alaminya, seperti bacterial vaginosis. Beberapa menghancurkan jaringan secara langsung. Yang lainnya menghasilkan racun yang membunuh sel. Ketika bakteri menginfeksi, mereka akan tinggal lama di dalam tubuh. Mereka “melahap” nutrisi dan energi tubuh, dan bisa menghasilkan racun. Racun tersebut pada akhirnya dapat menyebabkan gejala infeksi umum, seperti demam, tersengal-sengal, ruam, batuk, muntah, dan diare.

Untuk mengetahui cara bakteri menyebabkan penyakit, biasanya, dokter akan melihat sampel darah, air kencing, dan cairan lainnya di bawah mikroskop atau mengirimkan sampel ini ke laboratorium untuk mendapatkan lebih banyak tes.

Ada berbagai cara untuk mencegah infeksi bakteri yaitu sebagai berikut.

  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah beraktivitas
  • Jangan terlalu sering menyentuh bagian mata, hidung, dan mulut
  • Makanan harus dimasak atau didinginkan secepat mungkin
  • Sayuran dan daging harus disimpan terpisah dan disiapkan di talenan terpisah
  • Daging sebaiknya diolah dengan baik dan dimasak hingga matang
  • Menggunakan kondom selama hubungan seksual mengurangi kemungkinan penyebaran penyakit menular seksual.

Selain itu kamu juga dapat mengonsumsi Herbal Tetes Haseda. Karena Haseda merupakan herbal yang terbuat dari 42 jenis sari buah dan sayur yang diproses menggunakan bio teknologi terpadu selama 9-12 bulan tanpa zat kimia maupun bahan pengawet, sehingga aman dikonsumsi segala usia dan jangka panjang. Haseda memiliki kandungan multivitamin, kalsium, antioksidan, pH8+, zink, enzim, EPA/DHA, asam amino, omega 3, 6, dan 9. Haseda membantu memperbaiki metabolisme tubuh, memperbaiki peredaran darah dan suplai oksigen, mengoptimalkan penyerapan nutrisi, detoksifikasi dan regenerasi sel, meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki fungsi saraf, meningkatkan stamina, kesegaran, dan gairah.

Konsumsi Haseda 7 tetes di ¼ gelas air putih 3x sehari.

Untuk layanan konsultasi dan penjualan, silakan hubungi 0822-7766-1919.

Facebook : https://www.facebook.com/amanahberkah1919

Instagram Haseda : https://www.instagram.com/hasedaindonesiaofficial/

Instagram Herba Kencana : https://www.instagram.com/herbakencanaofficial/

Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCMYd4NTlS0wzwgNaPTRtKZw

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *